Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya acara tersebut dan memohon maaf atas segala keterbatasan yang ada.
Perayaan Natal ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk menemukan semangat baru dan membuka harapan di tengah masa hukuman.
“Kehadiran keluarga dan dukungan gereja menjadi pengingat bahwa mereka tetap dicintai, dikasihi, dan diberkati oleh Tuhan,” terangnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyalaan Lilin Natal yang melambangkan terang dalam kegelapan, sesuai khitab Yesaya 60:2. Kegiatan berlanjut dengan kesaksian dari Warga Binaan yang membagikan pengalaman spiritual tentang mukjizat Tuhan dalam hidup mereka.
Perayaan ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari Gereja Gratia serta ibadah yang dipimpin oleh Carlos dari Gereja Bethel Indonesia Kalvari dan khotbah Natal oleh Simon dari Gereja Isa Al-Masih.













