Ketiga. Membuat Iran jika memungkinkan tidak utuh lagi sebagai sebuah negara.
Dan semua itu dikemas dengan satu bungkus rapi: “*menghentikan nuklir Iran”.* Saya tidak membenci Israel. Saya hanya membaca fakta. Saya tidak membela Iran. Saya hanya tidak suka dibohongi. Dan sebagai mantan prajurit yang pernah dipercaya duduk di Dewan Keamanan PBB, saya berkewajiban mengatakan kebenaran meskipun pahit.
*Penutup: Satu Pesan untuk Indonesia*
Indonesia tidak punya kepentingan langsung dalam perang ini. Tapi sebagai bangsa yang pernah dijajah, dipermainkan, dan dipecah-pecah oleh kekuatan asing, kita punya kewajiban moral untuk tidak diam.
Jangan biarkan narasi “perang nuklir” menutupi kenyataan bahwa yang terjadi di Timur Tengah hari ini adalah *pembongkaran sistematis sebuah negara dengan kedok kemanusiaan.*













