Bukan 80perbarel.Bukan100. Bisa 120,120,150, bahkan lebih.
Dan Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak dan sekaligus pemberi subsidi BBM, akan menjadi salah satu korban paling parah.
*INILAH DAMPAKNYA*
Saya tidak akan bicara teori. Saya akan bicara angka.
Pertama: APBN Jebol, Rakyat yang Bayar
Menteri Keuangan mungkin akan tersenyum tenang di depan layar televisi. Tapi di belakang layar, para direktur jenderal anggaran sedang pusing tujuh keliling.
Harga minyak ICP (Indonesia Crude Price) yang diasumsikan di APBN 2026 sekitar 70−75 perbarel,akanmelonjakke100 lebih. Setiap kenaikan $1 per barel, beban subsidi BBM dan listrik naik sekitar Rp3-4 triliun per tahun.
Kalikan dengan kenaikan $25-30. Hasilnya? Tambahan beban subsidi Rp75-120 triliun per tahun.













