Menurutnya, seni budaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peradaban manusia. Mengingat, kreativitas lahir dari pemikiran filsafat, kesusastraan, dan wacana ilmiah, sebagai hasil interaksi manusia dengan sesama, alam, serta sang maha pencipta.
“Seni budaya juga sering disebut sebagai pembentuk karakter, baik melalui pembiasaan maupun pendidikan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mengisi setiap sudut rasa dan pikiran serta diwujudkan dalam perilaku,” tuturnya.
Oded menilai, pentas seni virtual bisa menjadi tontonan dan juga tuntutan. Tontonan karena sifatnya yang menghibur, sedangkan tuntutan karena sarat dengan ajakan yang bersifat mendidik, informatif, serta memberikan pilihan kehidupan.
“Tidaklah berlebihan jika pentas seni virtual bisa disebut sebagai media komunikasi, terutama untuk menyampaikan pesan-pesan yang perlu diketahui, dipahami, dan dilaksanakan masyarakat luas,” kata dia.













