Karena itu, pangkat bukan sekadar tanda kehormatan. Ia adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas.
Namun, setiap amanah memiliki batas waktu. Pada saatnya, jabatan harus diserahkan dan kewenangan harus beralih kepada generasi berikutnya. Tidak ada seorang pun yang dapat menduduki kursi kepemimpinan selamanya.
Di sinilah kedewasaan seorang prajurit diuji.
Mampukah kita menerima bahwa masa kepemimpinan kita telah selesai? Mampukah kita menghormati penerus tanpa terus-menerus membandingkan zamannya dengan zaman kita? Dan mampukah kita tetap merasa berguna ketika tidak lagi menjadi pusat perhatian?
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu mudah dijawab. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ritme kedinasan, sebagian dari kita mungkin merasakan perubahan yang besar. Lingkungan kerja yang dahulu ramai menjadi lebih tenang. Agenda yang padat berkurang. Tidak ada lagi bawahan yang setiap hari menunggu arahan.













