Nasihat itu saya bawa sepanjang perjalanan dinas. Namun, harus saya akui, semakin bertambah usia, semakin dalam pula saya memahami maknanya. Ayah saya seakan mengingatkan bahwa manusia boleh memiliki pangkat, jabatan, dan kehormatan, tetapi tidak boleh kehilangan kesadaran tentang siapa dirinya dan ke mana akhirnya ia akan kembali.
Bagi saya, pesan itulah yang paling tepat untuk menjadi bekal memasuki masa purnabakti.
*Pangkat Berakhir, Kehormatan Tetap Menjadi Tanggung Jawab*
Selama berdinas, pangkat dan jabatan membawa amanah. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Keputusan seorang pemimpin dapat menentukan arah organisasi, memengaruhi kehidupan anak buah, dan membawa konsekuensi bagi kepentingan yang lebih luas.













