Perasaan kehilangan itu manusiawi. Kita tidak perlu menyangkalnya. Namun, kita juga tidak boleh membiarkan diri terperangkap dalam nostalgia, seakan-akan masa lalu merupakan satu-satunya masa ketika kita memiliki arti.
Saya berpendapat, kehormatan seorang purnawirawan tidak ditentukan oleh seberapa tinggi pangkat yang pernah disandang, melainkan oleh bagaimana ia menjaga integritas setelah tidak lagi memegang jabatan.
Kita boleh bangga atas pengabdian yang telah dilalui. Akan tetapi, kebanggaan itu harus berjalan bersama kerendahan hati. Jangan sampai penghormatan terhadap masa lalu berubah menjadi tuntutan agar orang lain terus memperlakukan kita sebagai pejabat yang masih berkuasa.
Purnawirawan yang matang tidak kehilangan jati diri ketika seragam dilepas. Ia tetap teguh dalam prinsip, santun dalam pergaulan, bijaksana dalam menyampaikan pendapat, dan lapang dalam memberikan kesempatan kepada generasi penerus.













