Para Khalifah di masa lalu telah mencontohkan bagaimana menindak para penista agama. Seperti kasus penistaan agama di masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab misalnya, maka khalifah memerintahkan untuk membunuh para penghina Allah dan rasul-Nya.
Hal yang sama juga dilakukan sultan Abdul Hamid ll (sultan ke-34 kekhilafahan Utsmaniyah). Beliau pernah marah dan geram dengan perbuatan pemerintah Prancis yang memuat surat kabar dengan berita tentang pertunjukan teater yang melibatkan Nabi Muhammad saw. Bahkan, sang Sultan menyatakan siap bangkit dari kematian jika terjadi penghinaan atas Islam dan Nabi saw..
Demikianlah ketegasan para pemimpin Islam dalam menghadapi dan menindak para penista. Mereka pantang berkompromi atau bersikap lemah lembut, jika sudah menyangkut agama. Dari sini, maka jelaslah hanya Islam satu-satunya sistem yang mampu menjaga kemuliaan agama dan melindungi umat dari berbagai tindak kezaliman. Karenanya, sudah menjadi kewajiban kita untuk kembali kepada Islam dan menerapkannya secara kafah dalam seluruh sendi kehidupan. Serta mencampakkan sistem kapitalisme-liberal yang menjadi biang kasus penistaan terus berulang. Dengan demikian, kemuliaan umat dan syariat-Nya senantiasa terjaga, dan para para penista pun jera. Wallahu a’lam bi ash-shawwab.













