Sementara biaya untuk pegawai di kementerian relatif tidak berubah secara signifikan, karena tidak ada penambahan jumlah ASN. Ini sekaligus membantah dugaan sementara orang bahwa pengangkatan Wamensos sekedar politis praktis, “penggemukan” birokrasi, tidak efektif dan tidak efisien.
Sebaliknya, jika produktivitas tersebut tidak dapat direalisasikan, alias hanya sebuah “pepesan kosong”, maka keberadaan Wamensos jelas sebagai “penggemukan” birokrasi dan inefisiensi di Kemensos.
Dugaan sementara orang sebagai tidak efektif bisa jadi kenyataan ke depan. Waktu akan menjawabnya. Jadi pengangkatan Wamensos, produktif atau tidak, sudah dapat terlihat mulai enam bulan pertama masa mengabdi dan sampai berakhirnya jabatan tersebut.
Untuk itu dan sejatinya jangan ditawar, Wamensos harus benar-benar membantu Tupoksi Mensos secara penuh dan tidak dikendalikan oleh kekuatan politik partai. Karena itu, Wamensos sebaiknya bukan dari partai politik. Sebab, jika dari partai politik akan lebih sulit berkerjasama dengan Mensos karena Wamensos memiliki dua “majikan”.













