Apalagi Wamensos dari partai papan atas, dia akan berperilaku, langsung atau tidak langsung, kelihatan atau tidak kelihatan, menunukkan “power” partainya ada di belakangnya, sekalipun di panggung depan ia mengatakan narasi normatif akan membantu sepenuhnya tugas Mensos.
Karena itu, saya menyarankan, Wamensos dari seorang aktivis (LSM) atau dari salah seorang pejabat karir Kemsos yang sudah teruji integritas, komitmen, kapabilitas dan terutama ketulusannya.
Sangat wajar menurut hemat saya, jika Wamensos dipercayakan kepada Butet Manurung dari aktivis kemanuasiaan atau Hartono Laras dari birokrat senior di Kemensos.
Saya menyarankan tugas Wamensos dipercaya untuk mengelola “dapur” (internal) kementerian yaitu Keseksejenan dan Inspektorat, tentu dengan capaian-capaian yang terukur dalam interval waktu tertentu dan periodik serta disampaikan kepada publik secara terbuka.













