Lebih jauh, Gunung Sarasmoro menilai, keberhasilan penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjadi rumah bagi dialog lintas bangsa dan lintas agama.
“Kehadiran para uskup dari berbagai negara yang dapat menjalankan seluruh kegiatan dengan aman dan nyaman menunjukkan Indonesia memiliki modal sosial yang kuat berupa toleransi, persaudaraan dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Bagi kedua purnawirawan yang kini mengabdi di lingkungan Gereja melalui OCI, keamanan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menjaga ketertiban.
“Hakikat keamanan adalah melindungi martabat manusia. Ketika seseorang merasa aman, ia dapat beribadah dengan khusyuk, bekerja dengan tenang, berdialog secara terbuka, dan membangun persaudaraan tanpa rasa takut. Karena itu, keamanan adalah bentuk pelayanan kepada sesama,” tutur Herry.













