Senada, Gunung Sarasmoro menambahkan bahwa, pengalaman mengawal Sidang Pleno XII FABC semakin menegaskan pentingnya membangun kepercayaan di antara seluruh pihak.
“Pengamanan yang efektif tidak hanya dibangun melalui pagar, kendaraan, atau personel, tetapi melalui kepercayaan. Ketika seluruh pihak saling percaya, komunikasi menjadi lebih terbuka, koordinasi menjadi lebih mudah dan setiap persoalan dapat diselesaikan lebih cepat,” katanya.
Menurutnya, penghargaan terbesar bagi tim pengamanan bukan sekadar tidak adanya insiden selama penyelenggaraan Sidang Pleno XII FABC, melainkan ketika para peserta kembali ke negara masing-masing dengan membawa kesan positif tentang Indonesia.
“Momen yang paling membanggakan adalah ketika para peserta meninggalkan Indonesia dengan membawa kesan bahwa mereka merasa aman, dihormati dan diterima sebagai saudara. Itulah penghargaan terbesar bagi setiap insan yang bertugas di bidang keamanan,” ujar Gunung Sarasmoro.













