Menurut Gunung Sarasmoro, keberhasilan pengamanan Sidang Pleno XII FABC merupakan buah sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, pemangku kepentingan di kawasan bandara, panitia FABC, Keuskupan TNI-Polri (OCI), serta seluruh unsur pendukung lainnya.
“Tidak ada satu institusi pun yang dapat bekerja sendiri. Masing-masing menjalankan fungsi sesuai kewenangannya, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan rasa aman kepada seluruh peserta. Kolaborasi inilah yang menjadi wajah nyata semangat gotong-royong Indonesia,” ungkapnya.
Pengamanan juga diawali dengan pemetaan risiko secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi kerawanan, penyusunan langkah mitigasi, hingga penyiapan rencana kontinjensi bagi seluruh agenda maupun tamu VIP.
“Prinsip kami sederhana, setiap potensi risiko harus dikelola secara terukur sebelum berkembang menjadi ancaman nyata, dengan tetap menghormati kenyamanan dan privasi para tamu,” kata Herry.













