“Keamanan dan hospitality bukan dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan seiring. Setiap petugas kami memahami bahwa mereka bukan hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi wajah pertama Indonesia yang dilihat para tamu internasional saat para delegasi dari berbagai negara tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Karena itu, pelayanan yang sopan, komunikasi yang baik, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian dari tugas kami,” katanya.
Menghadapi dinamika keamanan global yang terus berkembang, Herry menjelaskan tantangan terbesar saat ini bukan hanya ancaman fisik, tetapi juga berbagai potensi risiko yang berkembang cepat, termasuk di ruang digital.
“Kami mengedepankan deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pertukaran informasi secara cepat, serta kesiapsiagaan yang terukur agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah,” jelasnya.













