“Bagi kami, ukuran keberhasilan pengamanan bukanlah banyaknya personel yang terlihat, melainkan ketika para peserta dapat berdo’a, berdialog dan menjalankan seluruh agenda dengan tenang tanpa pernah merasa sedang dijaga secara berlebihan. Filosofi yang kami pegang adalah security that is present, but not intrusive. Keamanan harus hadir, namun tidak mengganggu,” ujar Gunung Sarasmoro.
Menurutnya, pendekatan tersebut diwujudkan melalui sistem pengamanan yang adaptif, berbasis pencegahan, serta mengedepankan sikap ramah sehingga suasana tetap hangat dan mencerminkan wajah Indonesia yang bersahabat.
Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Herry Dahana menegaskan bahwa, dalam kegiatan internasional seperti Sidang Pleno XII FABC, keamanan tidak dapat dipisahkan dari keramahtamahan.













