Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu juga mengatakan bahwa, pada Mei 2022, mendapat arahan untuk tetap menjaga momentum dari pemulihan ekonomi khususnya konsumsi maka, waktu itu diputuskan untuk APBN melakukan perannya dengan sangat kuat sebagai shock absorber terhadap kenaikan dari harga komoditas tersebut.
Menurutnya, dengan perkembangan terakhir dilihat bahwa harga komoditas juga masih terus meningkat dan volume yang dikonsumsi masyarakat juga semakin meningkat, karena perekonomian juga sedang bertumbuh dengan sangat kuat. Setelah dilakukan evaluasi juga ini juga tidak menjadi tepat sasaran karena lebih dari 70% yang menikmati subsidi dan kompensasi energi ini ternyata adalah mereka yang berada dikelompok mampu yang adalah memiliki kendaraan dan sebenarnya bukan sasaran dari subsidi ini.













