Dan perspektif hukum tentang pemanggilan (BAP klarifikasi) ini dimaknai oleh penulis, sebuah indikasi mulai adanya gesekan dalam tubuh internal Polri, atau kah sekedar tanda kekalutan Jokowi yang merasa posisinya sudah semakin terpojok dari sisi politik dan kekuasaan?
Cermin asumsi publik terhadap perspektif melemahnya kekuataan politik kekuasaan Jokowi pasca 2024 adalah dengan kacamata perbandingan terhadap fenomena saat dirinya berkuasa, ilustrasinya ketika ada laporan kepada Penyidik Polri, oleh seorang yang dikenal merupakan bagian ‘kaki tangan atau pecintanya’ baik pra maupun pasca laporan yang dilakukan terhadap seorang aktivis atau ulama yang kritis terhadap kepemimpinannya, Jokowi nampak seolah gak tahu menahu dan tidak komentari sama sekali, termasuk acuh terhadap upaya hukum (pidana dan perdata) terhadap Rocky Gerung yang sarkastik, ‘Jokowi bajingan tolol’.













