“Penguasaan Iptek juga harus memiliki etika. Spiritualitas itu kita dapatkan dari pelajaran budi pekerti dan pendidikan keluarga di rumah karena religius saja tidak cukup. Penting untuk menerima perbedaan orang lain, bukan sekadar toleransi tapi menerima perbedaan,” tegasnya.
Ia katakan, generasi muda Indonesia juga harus dilatih untuk lebih peka dalam menghadapi isu-isu straregis global yaitu toleransi, kesenjangan ekonomi, kerusakan lingkungan dan narkoba.
“Peradaban yang lain menurut saya yang harus dibangun adalah menghamornisasikan nasionalisme kita dengan globalisme,” katanya.
Dua hal lain yang tidak kalah penting dalam menyongsong Indonesia 2045 adalah mewujudkan sistem demokrasi yang memenuhi kebutuhan hak-hak asasi manusia paling dasar. Menurutnya, kalau itu bisa dilakukan, Indonesia akan lebih gemilang.













