HeadlineHukum

Monang Saragih di Vonis 3 Tahun Penjara

BANDUNG, BEDAnews.com – Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap Hamonangan S Simanurung alias Monang Saragih dalam kasus investasi bodong Kopjaskum MS. Putusan ini lebih ringan  dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Angga Isna Husri, SH., MH., yang menuntut 3,5 tahun.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus investasi bodong Kopjaskum Monang Saragih di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (19/12/2019). 

Dalam amar putusannya, Ketua majelis Toga Napitupulu menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah melakukan perbuatan melawan hukum melakukan penipuan, sebagaimana dakwaan alternatif pertama pasal 378 KUHPidana. 

“Menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara dikurangi masa penahanan, dan memerintahkan terdakwa agar tetap ditahan,” katanya. 

Sebelum putusan, hakim membacakan hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Menurutnya yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan sebagai orang hukum terdakwa tidak memberikan contoh yang baik.

Sementara yang meringankan, terdakwa kooperatif, mengakui semua perbuatannya, dan ada itikad baik mengembalikan uang para anggota Kopjaskum. 

Menurut majelis hakim  terdakwa dengan sengaja menguntungkan diri sendiri, atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain yaitu saksi Erik Victoria dkk, Jayusman Dkk, Shinta Sundayani Farida Dkk, untuk menyetorkan barang berupa uang senilai Rp5,685 miliar.

“Perbuatan terdakwa dilakukan dengan cara mendirikan Kopasjakum dan meminta anggotanya untuk mengikuti investasi budidaya kesemek dan Jabon, yang faktanya tidak ada,” katanya

Setelah mendirikan Kopasjakum, lanjutnya, semua anggotanya menyerahkan penyertaan modal investasi budidaya kesemek, kebon rakyat Jabon, dan deposito Kopasjakum atau simpanan wajib dan sukarela dengan cara menyetorkan ke BRI Cabang Surapati Core dengan rekening atasnama Kopasjakum. 

Adapun jenis penyertaan modal yang ditawarkan kepada para anggotanya, yakni ivestasi atau penyertaan modal pohon Jabon dan buah kesemek. Untuk ivetasi 4 pohon Rp1 juta  annggota Kopasjakum akan menerima bagi hasil Rp 666 ribu, dan dalam jangka iga tahun menerim Rp3 juta. 

Sementara jika invetasi 5 pohon Rp 1 juta untuk jangka waktu lima tahun akan menerima bagi hasil Rp 800 ribu, dan dalam jangka waktu lima tahun mendapat Rp5 juta. 

“Para anggotanya juga dijanjikan mendapatkan  fasilitas bantuan hukum, konsultasi hukum gratis, mediasi dan somasi gratis,” ujarnya. 

Sementara untuk menarik minat anggotanya agar ikut menyertakan modal, terdakwa di awal bulan sudah memberikan keuntungan atau bagi hasil, padahal uang tersebut bukan dari hasil keuntungan usaha tersebut. Sehingga korban tertarik dan menyetorkan Uang senilai Rp5, 6 miliar  dengan kesepakatan uang tersebut akan diapakai untuk kepentingan usaha koperasi.

Namun pada kenyataannya uang tersebut tidak digunakan oleh terdakwa sebagaimana kesepakatan, tetapi digunakan untuk kepentingan lain. (Boed)

Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close