Pangandaran, BEDAnews
Hingga tahun 2013 ini, tercatat sebanyak 36 orang terjangkit virus HIV, dan 29 orang menderita AIDS di Kabupaten Ciamis. Mayoritas dari mereka adalah kategori usia produktif.
Pengelola Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Ciamis Pendi Saputra menjelaskan, penularannya saat ini bukan dari jarum suntik. Tetapi dari berhubungan seksual. “Dari 36 kasus di Kabupaten Ciamis secara keseluruhan paling banyak berasal dari wilayah Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Dari data yang ada sejak tahun 2011, menurut Pendi memang terjadi perpindahan tren. Dari yang sebelumnya banyak terjangkit akibat jarum suntik, kini berubah. “Sekarang yang banyak jarum suntik itu di Ciamis. Kalau di Pangandaran, mereka adalah ibu rumah tangga. Mereka tertular karena suaminya yang positif terjangkit,” ucapnya.
Dengan jumlah yang terbilang tinggi itu, Pendi berupaya untuk terus melakukan kampanye dan memberikan penjelasan serta pemahaman kepada masyarakat, khususnya mereka yang bekerja atau berprofesi sebagai Wanita Penjaja Seks (WPS).
KPA Kabupaten Ciamis telah melakukan pemetaan dan mendapatkan delapan titik yang diindikasi ada WPS, tambahnya. (Sighar/Anton)











