Garut, BEDAnews
Nelayan pesisir perairan pantai Selatan Garut dan keluarganya, terancam kelaparan karena tidak bisa melalut akibat cuaca buruk dalam sebulan terakhir ini. Sehingga ratusan kapal nelayan pun, hanya bisa disandarkan dipangkalannya, menghindari terjangan ombak “Garut Selatan” (Gasela) yang terkenal ganas dan berarus kuat.
“Sejak lebih sepekan terakhir, nelayan di pantai Santolo tak bisa melaut lantaran ombaknya tinggi. Kalaupun ada yang memaksa mencari ikan, paling-paling nelayan pancing,” ungkap salah seorang nelayan, asal Kampung Santolo, Pamalayan, Cikelet, Selasa (21/5).
Sejak sebulan ini, para nelayan Selatan Garut bisa dikatakan paceklik akibat cuaca buruk dan angin besar. Anehnya, ikan juga mendadak kosong, kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut, Lukman Nulhakim.
Kondisi tersebut, lanjut Lukman, ternyata juga terjadi merata di seluruh kawasan bibir pantai selatan Garut sepanjang 83 kilometer lebih, mulai kawasan pesisir pantai Cibalong, Sayangheulang, Santolo, Cimarimuara, hingga Rancabuaya.
Akibat tak bisa melaut, kebanyakan nelayan kini menganggur dan hanya mengandalkan pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari dengan mengutang. Dan hanya sebagian kecil saja dari mereka yang bertahan, itupun karena alih usaha bercocok tanam, atau berdagang kecil-kecilan. (Sighar)











