Warga mengingatkan bahwa, sekitar satu dekade lalu, sungai tersebut masih berfungsi sebagai saluran air bagi sawah dan kolam milik petani di kawasan Ciganitri. Seiring perubahan tata guna lahan menjadi kawasan permukiman, fungsi resapan dan distribusi air berkurang. Air tidak lagi mengalir ke area persawahan, melainkan tertahan di saluran yang semakin sempit dan dangkal.
Kondisi ini menyebabkan muka air sungai meningkat signifikan saat hujan deras, terutama jika sebelumnya terjadi hujan di wilayah hulu. Dalam beberapa kejadian, kenaikan muka air bahkan mencapai sekitar satu meter dari kondisi normal.
Warga berharap, ada langkah penanganan permanen dari pihak terkait, termasuk normalisasi sungai melalui pengerukan dan pelebaran, serta penataan ulang akses dan struktur bantaran. Tanpa intervensi menyeluruh, ancaman banjir dinilai akan terus berulang dan berpotensi semakin meluas. (Red).













