KAB. BANDUNG || bedanews.com — Merasa prihatin dengan fenomena alam angin kencang yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, pimpinan Pondok Pesantren Al Madani Madur yabg betada di Kampung Madur tengah Rt.001 Rw.005 Desa Sukamaju Kecamatan Cimaung, H. Osin Permana, S. Ag., mengharapkan permasalahan ini bisa menjadi perhatian Pemerintahan Kabupaten Bandung.
Pemuka agama Islam yang juga mantan anggota DPRD itu menyebutkan, dalam menyikapi fenomena alam ini, pertama ada dua pendekatan, yaitu: ilmiah dan teologis. secara ilmiah kita harus mampu melakukan mitigasi bencana dan memetakan potensi bencana oleh BPBD, sehingga dari peta tersebut Pemkab Bandung bisa melakukan antisipasi dan penggaran dampak bencana.
“Selanjutnya bagi masyarakat tentu harus memiliki kewaspadaan dan sikap gotong royong untuk mengantisipasi dan menanggulangi semangat jaga lembur,” katanya melalui telepon selular, Minggu 12 April 2026.
Kemudian bagi DPRD harus mampu mendorong kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat dengan bentuk program dan anggaran yang jelas serta pengawasan yang baik, dan yaang kedua dari presfektif teologis masyakat harus melakukan audit amal agama,
“Ini penting karena bencana sangat terkait dengan agama. Ketika prilaku masyakarat jauh dari agama sama dengan menantang bencana,” tegasnya.
Sementara untuk solusi atas permasalahan ini adalah, kita tumbuhkan rasa syukur pada Allah dengan meningkatkan amal agama, mulai dari rumah, dan masjid. Sekarang ini yg terjadi muslim Tampa masjid. Banyak masjid tapi kosong.***













