Pembatasan ini menunjukkan bahwa sudah saatnya mahasiswa tidak ikut mencampuri kebijakan rezim. Lebih baik di rumah belajar dengan rajin. Meraih IPK tinggi dengan itu mudah diterima kerja. Hidup sejahtera setelah mengenyam bangku kuliah. Bahkan anjuran sikap diam terhadap kebijakn rezim ini mewujudkan kemudahan diterimanya kerja sesuai arahan program Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yaitu kampus merdeka.
Kampus merdeka terkenal dengan jargon merdeka belajar hanya akan menjadikan mahasiswa individualis, materialis. Hanya berorientasi pada kerja namun meminimkan sikap kritis dan peduli kepada umat. Tidak hanya itu, diperparah dengan sistem kapitalis yang diterapkan mengarahkan mahasiswa kian apatis, permisive dan hedonis. Sungguh ironi mahasiswa sebagian besar umat muslim bertindak amoral, seks bebas sampai terlibat dalam kasus narkotika. Harusnya predikat mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, sosial control tidak akan pernah lekang oleh zaman.













