Bandung, BEDAnews
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi, Rabu (19/09/2012) mencanangkan kegiatan Bakti sosial pelayanan KB kesehatan dalam rangka bakti TNI KB kes terpadu, di halaman Rumah Sakit Bersalin Sariningsih, Jl. RE. Martadinata No. 9. Bandung.
Menurut Edi, program Bakti KB-Kes terpadu merupakan wujud komitmen dalam memperkokoh kemanunggalan TNI dan masyarakat dengan membantu Pemerintah Daerah mensukseskan bidang KB dan kesehatan, membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu.
Kota Bandung sendiri, lanjut Edi, cukup berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk alami dibandingkan penduduk migrant. Pertumbuhan warga kota Bandung tahun 2011 menurun menjadi 1,10% dibandingkan tahun 2010 yang besarnya 1,15%, juga untuk indeks kesehatan yang semakin meningkat dari tahun ketahun, padat tahun 2011 mencapai angka 81,32 lebih besar dari tahun 2010 yang besarnya 81,22.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0618/BS, Letkol Inf Ujang Sudrajad, menyebutkan, kegiatan digelar dalam rangka memperingati HUT TNI ke-67 dan hari jadi kota Bandung ke-202.
Secara bersama-sama, pemerintah daerah dan TNI bersinergi melaksanakan KB-Kes dengan harapan terwujudnya percepatan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat, dalam tatanan masyarakat yang sehat, sejahtera, aman dan damai akan tumbuh jiwa kesadaran bernegara dan semangat bela negara yang menjadi pondasi ketahanan nasional, katanya.
lebih lanjut dikatakannya kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 18 sampai 27 September 2012 di seluruh puskesmas, rumah sakit negeri dan swasta di eks enam wilayah kota bandung dengan target sasaran pelayanan kontrasepsi pada pasangan usia subur 500 orang, peserta KB baru 225 orang.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Bandung, Popong W Nuraeni, pada kesempatan itu mengungkapkan Kesadaran KB di Kota Bandung sudah cukup bagus, hanya saja perlu ditingkatkan lagi kualitasnya. Sementara ini peserta KB masih didominasi oleh peserta bersifat hormonal yang kurang efektif seperti suntik dan pil, katanya.
“Saya harap kepesertaan pria bisa ditingkatkan dengan upaya sosialisasi karena untuk menekan angka pertambahan penduduk ini tidak hanya melalui kepersertaan wanita dan saya harap kepesertaan bapak-bapak memberikan kontribusi juga,” himbau Edi Siswadi. (Ricard)













