Garut, BEDAnews
Tahun 2012 ini, Garut Fiat Club (GFC) yang kembali eksis di dunia hobby otomotif kabupaten Garut, mendapat kehormatan menyelenggarakan acara Jambore Paguyuban Fiat Jawa Barat yang setiap tahun rutin dilaksanakan sebagai agenda dari Indonesia Fiat Club.
Acara dipusatkan di area Car Free Day, Jalan Ahmad Yani, Minggu (15/09) lalu, dengan agenda kegiatan diantaranya hiburan band, ramah tamah, serta pembagian buku hasil donasi GFC kepada 5 sekolah dasar (SD) yang ada di kabupaten Garut.
Pemberian buku tersebut secara simbolis dilakukan oleh ketua komisi D DPRD Garut, dr, H. Helmi Budiman, yang dilanjutkan "Operasi Semut" yang dipimpin langsung oleh ketua komisi D tersebut.
Operasi semut sendiri adalah istilah untuk sebuah kegiatan bersih bersih sampah di jalanan kota Garut dengan cara memungut langsung dengan tangan dan memasukannya ke dalam kantong kresek yang dibawa peserta operasi.
Kegiatan jambore itu mendapat dukungan penuh dari Sabandan Sariksa, organisasi pemersatu bagi para pelaku hobby dan aktivitas di jalanan, seperti komunitas street BMX, Skater, Sepeda Onthel, Fixie, Gartchester, Garut Family Care, street dance, organisasi otomotif, dll.
Sabanda Sariksa sendiri berdiri di Bandung, 11 Januari 2012 dengan ketuanya saat ini Ibrahim Rasyid Salam (Aim), Wakil ketua Ilmi Girindra Ramdhani (Gege) serta program Manajer Husni Niti Kusumah.
Ditemui dilokasi acara, Aim yang didampingi Ahmad Dani, ketua Garut Fiat Club (GFC) menuturkan, walau dengan persiapan waktu yang minim Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan sukses dengan agenda akhir yaitu konvoi mengelilingi kota Garut yang diikuti sekitar 75 mobil Fiat dari beberapa kabupaten/ kota di Jawa Barat dan berakhir di area pabrik Dodol Piknik, Jalan Pasudan.
Arqom Ridho, ketua Bandung Fiat Cub menambahkan program seribu buku merupakan perdana di Garut. Nantinya akan ada lagi di 7 kota/kabupaten di Jawa Barat, selain buku ada kegiatan sosial lain yang bertema tentang lingkungan hidup yang dilakukan oleh Fiat Jawa Barat.
"Kita sudah mendapatkan bibit program CSR perusahaan-perusahaan yang ada di Jabar, khusus di Garut potensi dari CSR itu besar, ini tanggung jawab pemerintah Garut dan tanggung jawab perusahaan untuk diturunkan ke masyarakat dan kita bisa bertindak sebagai fasilitor, masuk dan berkomunikasi ke setiap kota, demi hijaunya Jawa Barat, kita harus peduli dan ikut melaksanakannya," tutur Arqom.
Program selanjutnya dari Fiat Jawa Barat yaitu pendidikan, kedepannya program ekonomi kreatif, mengingat taraf hidup masyarakat di Jawa Barat yang kebanyakan golongan ekonomi menengah ke bawah.
Ditempat yang sama, pendiri Indonesia Fiat Club (IFC) yang sekarang duduk sebagai pembina/ penasehat IFC, Deden Hardiawan menceritakan sedikit sejarah pertama kali IFC berdiri.
"Awal start pertama, hanya ada satu mobil milik saya dan mendirikan Bandung Fiat Club, disusul kemudian tiga mobil milik teman saya jadi empat mobil semuanya, saat itu saya sering mengadakan event pameran otomotif, dimanapun itu Bandung Fiat Club selalu saya bawa, dari situlah menyebar informasi ada komunitas Bandung Fiat Club, kemudian saat ada event di Sukabumi saya undang Yogyakarta Fiat Club menyusul kemudian Bogor, Jakarta, Banyumas, Solo sehingga kemudian kita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pangandaran tahun 1996, terbentuklah kemudian Indonesia Fiat Club (IFC) walaupun saat itu anggotanya baru beberapa kota/ kabupaten di Pulau Jawa saja," jelas Deden.
Butuh kerja keras dan semangat yang panjang, ungkap Deden, mengingat komunitas Fiat jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan komunitas VW misalnya. Namun Alhamdulilah sampai saat ini Fiat Jawa Barat sudah eksis dan kegiatannya sudah rutin. Jawa Barat sendiri saat ini memiliki 3 korwil dengan jumlah anggota sekitar 300an mobil dan setiap bulan ada agenda konvoi berkeliling dari kabupaten ke kabupaten lain. (Yuyus)













