“Kalau sudah ada Buruan SAE di setiap RW, kita berharap ada banyak hal persoalan lingkungan di Kota Bandung yang bisa diselesaikan,” imbuhnya.
Oded memaparkan, Buruan SAE bukanlah sebatas menjalankan urbang farming biasa. Namun, mengintegrasikan banyak konsep dalam satu lokasi dengan beragam komoditas.
Sebagai gambarannya, sambung Oded, bukan hanya menjadi media tanam untuk sayuran, tetapi turut disisipi buah-buahan tanaman obat hingga pengolahan hasil dan pembibitannya di satu titik. Itu juga dapat terintgrasi dengan peternakan, baik ikan maupun ungas.
Melalui Buruan SAE juga, gerakan Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) dalam mengelola sampah diaplikasikan dengan baik. Pengolahan sampah menjadi pupuk, media tanam, dan pakan ternak dilakukan untuk menjaga ekosistem Buruan SAE terjaga secara alami terbebas dari bahan kimia.













