Ia menuturkan, pemanfaatan data ini tetap harus menjunjung tinggi keamanan dan kerahasiaan data masing-masing pihak. Namun, kolaborasi data dianggap sebagai kunci untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif bagi masyarakat.
“Keamanan data tentu menjadi tanggung jawab masing-masing. Tapi kalau bicara soal pemanfaatan data, inilah yang harusnya bisa kita bagi. Kita harus berani masuk lebih dalam, bukan hanya kerja sama di permukaan,” ujarnya.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari Perjanjian Percepatan Transformasi Digital untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat di Kota Bandung.
“Percepatan transformasi digital jangan berhenti di level CSR. Ini harus menjadi kerja sama strategis. Anda pengampu data, kami juga pengampu data. Mari kita sinergikan dengan serius,” tutur Farhan.**













