Menurutnya, terpenting yaitu masyarakat berdaya dan mampu mengelola lahan untuk menghasilkan nilai ekonomi.
“Terpenting itu masyarkat berdaya. Seperti halnya, di PT. Pindad setiap hari butuh 40kg sayuran. Ke depan akan diedukasi cara kemasan maupun penanaman yang bagus,” jelasnya.
Menurut Oded, soal pemanfaatan lahan bekas TPA merupakan hal yang baik. Pasalnya tanah bekas pembuangan sampah itu memiliki tahan yang genbur maupun subur.
“Bagus sekali, justru ini luar biasa bekas TPA itu pasti gembur, subuh tanahnya. Ini tepat,” ujar Oded.
Di tempat yang sama, Direktur Strategi Bisnis PT. Pindad Persero, Saifudin menerangkan dengan luas lahan 65 hektar bisa dimanfaatkan untuk lahan yang lebih produktif. Seluruhnya dikelola oleh masyarakat.
“Ini ada nilai baik untuk warga. Kita perbaiki dan serahkan ke masyarkat untuk produktif. Warga mengelola sayuran yang bisa berkontribusi terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.













