“Pemanfaatan aset ini berpeluang besar secara ekonomi, terlebih saat ini sedang berjalan handycraft rotan yang di ekspor ke Belanda,” ujar Sadar di UPTD Rotan Cirebon, Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Selasa, (31/8/2021).
Namun demikian, menurutnya, meski dalam kondisi seperti sekarang ini masih juga perlu peningingkatan fasilitas-fasilitasnya sehingga para pengusaha kecil rotan ini bisa menggunakan tempat ini dengan leluasa sesuai dengan pola kerjasamanya. Sebab, banyaknya permintaan dari luar negeri yang berpotensi ekonomi sangat besar perlu standardisasi dari negara pemesan.
“Informasinya tadi bahwa pemesan biasanya memiliki permintaan khusus untuk handycraft yang dipesan,” katanya.
Kata Sadar, ditambah dengan adanya BIJB diharapkan dapat mendongkrak secara ekonomi disekitar kabupaten kota sekitar khususnya di Jawa Barat. Melengkapi fasilitas yang ada dapat bekerja sama dengan perusahaan lain, apalagi status lahan sudah milik pemprov yang secara legal formal dikatan sah untuk dilibatkan dalam kerja sama sesuai dengan peraturan yang berlaku.













