Bandung, BEDAnews
Para pedagang kios di lokasi jalan alternative lingkar Nagreg, kabupaten Bandung mengaku “lesu” karena sepi pembeli. Padahal dari segi lokasi termasuk strategis, karena jalan yang melingkar dan menanjak menuju arah Bandung, bisa dijadikan lokasi rehat sejenak sambil minum kopi, atau makanan ringan lainnya, bagi para pengendara kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
Mimin (35), salah seorang pedagang di lokasi itu, merasakan sepinya pembeli. Saking sepinya, satu hari kadang hanya ada 1 atau 2 orang yang mampir di warungnya. “Ya habis gimana lagi, kalau keadaannya begini, kami sudah berusaha dan berdoa kita tinggal sabarnya aja,“ keluhnya, Selasa (9/4).
Sepinya pembeli, kata Mimin, karena pengguna jalan dari wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan daerah lainya, sebagian masih memilih jalan lama. Bukannya hanya itu, kendala lainnya adalah susahnya air, karena lokasi tempat berjualan berada di bawah bukit gersang.
“Disini susah air, paling bawa dari tempat lain, dengan membeli pakai jerigen, air sangat perlu sekali untuk melayani pengunjung yang datang yang mau buang air besar atau kecil,” ujarnya.
Sedangkan Euis mengeluhkan pasokan aliran listrik yang belum merata, sehingga berjualan hanya sampai magrib saja, kalaupun jualan sampai malam terpaksa menggunakan lampu minyak tanah atau petromak.
Dari pantauan dilokasi, saking sepinya pengunjung, sebagian kios ada yang belum terisi sebagian ditinggalkan tidak berjualan dan ada juga yang gulung tikar. (hargib)











