BANDUNG, BEDAnews
Tim sukses pasangan PATEN menuding kemenangan pasangan nomor 4 Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar karena melakukan money politic. Pasangan Aher-Demiz diduga telah mencairkan dana bantuan desa Rp. 100 juta dari APBD Jabar pada pertengahan Februari lalu.
Ketua Plh DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanudin secara tegas menyatakan bantuan kepada sejumlah desa di Jawa Barat itu merupakan bentuk politik uang sebagai upaya memenangkan pilkada. “Ahmad Heryawan berkeliling ke sejumlah daerah dan menjanjikan memberikan bantuan itu. Tak lama kemudian, dana dicairkan,” papar TB.
Sebelumnya, lanjut TB, Aher pernah mengatakan bahwa dana desa itu ditunda pencairannya hingga selesai pilkada. Namun ternyata dana tersebut dicairkan menjelang berlangsungnya pilkada.
TB menyebutkan, seharusnya dana itu dicairkan paling cepat pada bulan April, namun pencairan dana ternyata telah dilakukan 13-22 Februari 2013. “Ada 45 desa yang sudah menerima bantuan dengan jumlah total Rp. 4,5 miliar, dan dana tersebut ditransfer ke rekening pribadi,” terang TB.
TB mengklaim, pihaknya memiliki sejumlah bukti diantaranya beberapa cabang BJB ternyata membuka kasnya hingga malam hari. Hal ini, kata TB, dilakukan untuk memudahkan transfer dana bantuan desa ke sejumlah daerah.
“Beberapa perwakilan desa siap memberikan testimoni bahwa mereka sudah menerima dana bantuan desa diantaranya dari Ciamis, Cianjur, Tasikmalaya, sama Cirebon," ucapnya.
Berbagai fakta lain sedang dikumpulkan sebagai bahan jika PDIP membawa masalah itu ke MK. Tapi PDIP belum menegaskan bakal ke MK atau tidak. "Kalau hasil penghitungan suara dipengaruhi masalah ini, maka fakta dan data ini harus jadi bahan," tutur TB seraya menegaskan, sikap PDIP baru akan ditentukan setelah hasil rekapitulasi suara pada 3 Maret. "Tunggu tanggal 3 Maret," tegasnya. (Lanie)











