BANDUNG, BEDAnews
Mainset masyarakat terhadap pengobatan herbal harus dirubah, karena di negara maju pun pengobatan herbal sekarang sudah menjadi salah satu pengobatan yang tetap. Masyarakat juga diharapkan lebih mengutamakan pengobatan Herbal dari pada non herbal.
Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda mengatakan hal itu saat berkunjung ke Kelurahan Kujang Sari RW.07 dalam rangka kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar Griya Terapi Gumbira, Kamis (28/02).
Karena herbal merupakan tanaman obat yang bisa ditanam disekitar pekarangan rumah, maka Ayi menghimbau masyarakat untuk membudidayakan dan lebih mengenal serta akrab dengan tanaman-tanaman herbal dan obat-obatan disekitarnya, sehingga biaya berobat bagi warga masyarakat bisa menjadi lebih murah. “Jadi lebih baik kita menggunakan herbal dari pada kita menggunakan obat hasil pabrik kimia yang mengandung efek samping, juga mahal harganya,” katanya.
Menurut Ayi, produk pengobatan herbal dikonsumsi tidak terbatas usia, strata sosial dan tingkat pendidikan. Namun lebih jelas lagi bahwa yang paling cepat merasakan penurunan kesehatan adalah orang tua, ungkap Ayi.
Dijelaskan lebih lanjut, sosialisasi pengobatan herbal dilaksanakan dari tingkat RW dengan maksud agar pemerintah dapat langsung mengetahui kebutuhan masyarakat, yang tentu saja nantinya akan terus berlanjut dari satu RW ke RW yang lain.
Ayi dalam kesempatan tersebut, juga menyempatkan diri untuk memeriksakan kesehatannya dengan cara analisis darah. Setelah itu, dapat diketahui berbagai macam penyakit yang sedang dideritanya yang kemudian hasilnya dijadikan sebagai rekomendasi untuk selanjutnya diobati oleh obat herbal. (Bd)











