BANDUNG, BEDAnews
PDI Perjuangan (PDIP) tidak begitu
saja menerima hasil quick count yang dilakukan berbagai lembaga survey yang
seluruhnya memenangkan pasangan Aher-Demiz. Bahkan dari real count Pilkada
Jabar yang digelar PDIP, mereka meyakini Pilgub Jabar akan digelar dua
putaran.
"Tidak ada satupun
pasangan calon yang menembus angka 30 persen, jadi kami yakin Pilgub akan
dilakukan 2 putaran," kata Plt Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin, kepada
wartawan di Kantor DPD PDIP Jabar, Jl Pelajar Pejuang 45 Bandung, Senin (25/2).
Dari data real count yang dilakukan
PDIP di 26 kabupaten/kota, pasangan nomor urut 1 meraih 3,75 persen, nomor
urut 2 meraih 14,82 persen, nomor urut 3 meraih 23,11 persen, nomor urut 4
meraih 29,55 persen, dan nomor urut 5 meraih 28,77 persen. "Karena
selisihnya tipis, kami tetap menunggu sampai hasil resmi KPU keluar, saya
indikasikan harus dua putaran," tegasnya.
Sementara itu ditempat yang sama,
tim sukses PATEN mulai menginventarisir indikasi kecurangan di Pilgub Jabar.
Mereka menengarai adanya kecurangan yang dilakukan pasangan nomor urut 4, Ahmad
Heryawan-Deddy Mizwar.
"Banyak pelanggaran yang
dilakukan pasangan nomor 4 seperti suara di Kabupaten Bandung ada yang milih
Rieke-Teten tapi dianggap tidak sah," kata juru bicara tim sukses
PATEN Abdy Yuhana kepada wartawan.
Pelanggaran lain juga ditemukan di
daerah Ciamis. "Ada kepala desa mengarahkan memilih nomor 4 dengan
diiming-imingi bantuan kepala desa. Juga terjadi di Cianjur, Ciamis, Kabupaten
Bandung ada di DPT tapi tidak dapat kartu undangan memilih," katanya.
Abdi
menengarai, berdasarkan bukti dan data di lapangan, kuat dugaan terdapat banyak
kecurangan yang terstruktur dan masif. Pihaknya pun berencana akan melaporkan
kecurangan ke MK. Rencananya laporan akan dilayangkan setelah rapat pleno
penghitungan suara di KPU. (Lanie)











