Garut, BEDAnews
Pengelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut, kudu segera memberlakukan penyesuaian tarif, jika tidak maka pelayanan pada pelanggan terganggu, lantaran perbandingan antara pemasukan dengan biaya operasional, bisa tak sebanding.
“Menyusul berdasar hasil studi Bagian Hubungan Langganan, Garut ini tarifnya paling rendah di Jabar, sebab operasional kita sekarang meningkat, sehingga menjaga pelayanan kudu diupayakan terdapat penyesuaian tarif,” kata Direktur PDAM tersebut, Ir. Doni Suryadi, Jum’at (12/4).
Saat ini tarif air diberlakukan PDAM Tirta Intan Garut Rp. 1500/meter kubik/bulan, sedangkan kabupaten/Kota Tasik Rp. 2.900, kemudian Bogor Rp. 2.300,- Bandung Rp2.100,- dan Sumedang Rp. 2.750. “Penyesuaian tarif tersebut diberlakukan efektif 2014 mendatang, kita usulkan menjadi Rp. 2.100 perkubik,” jelas Doni.
Meningkatnya biaya operasional PDAM itu, menurut Doni Suryadi, sebab banyaknya pengadaan pompa air digunakan pendistribusian air dari sumber mata air tak bersifat alami atau berdasar grafitasi bumi mengalir ke rumah tangga pelanggan. “Biaya listrik pompa saja, per bulannya kita bayar nyaris mencapai Rp. 300 juta,” katanya.
Kini terdapat beberapa titik sumber mata air menggunakan pompa, agar air bisa didistribusikan ke masyarakat pelanggan. Di antaranya belum lama ini diresmikan penggunaannya di Kecamatan Cibalong, kemudian mata air Ciraab di Kecamatan Cilawu, disusul Banyuresmi, Cibatu, Cisurupan, dan lainnya. (Sighar)











