Apalagi menurutnya, program ini secara konseptual telah disetujui oleh para pengurus provinsi saat Rakernas Januari 2022 lalu. Bahkan Ketua KONI, Marciano Norman saat hadir di acara Rakernas tersebut juga mendorong dipercepatnya program aplikasi tersebut, karena menurutnya sangat bermanfaat untuk kepentingan cabor taekwondo dan tentunya KONI sebagai induk dari cabang olahraga ditanah air.
“Pada era digital saat ini, sangat penting dan mendesak organisasi taekwondo kita memiliki database yang kredibel, memiliki validitas tinggi dan terintegrasi. Karena itu kita harus segera kembangkan apa yang dinamakan Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS). Database ini akan menampung segala data terkait Taekwondo Indonesia dan data ini akan terintegrasi sampai ke tingkat Dojang,” ujar Thamrin.













