Kang DS mengungkapkan, dalam program kartu tani ini, nantinya pemerintah akan memberikan ambang batas harga dikala musim panen mengalami surplus.
Sehingga, imbuhnya, harga jual hasil pertanian tidak akan anjlok dan pemerintah mensubsidi selisih harga jual antara petani dan tengkulak.
Kang DS menegaskan, kedepannya diharapkan program kartu tani ini pemerintah mampu turun tangan membantu para petani.
Salah satu contohnya, kata Kang DS, adalah membangun kerjasama bersama bulog dan ritel- ritel mini market serta supermarket yang ada dikabupaten bandung untut turut serta memasarkan hasil pertanian para petani.
“Program kartu tani ini merupakan satu dari tiga program unggulan Kartu Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR), selain kartu wirausaha dan kartu guru ngaji yang akan menjadi prioritas,” tandasnya. (*)













