Dalam Program Kartu Tani ini, kata Kang DS, pemerintah menyiapkan segala bentuk kebutuhan petani, dari mulai sebelum, proses, hingga sesudah.
“Dengan artian segala kebutuhan sebelum mulai bertani, proses jalannya bertani, hingga memberi jalan keluar dalam pemasaran hasil pertanian itu sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan, dengan program kartu tani ini sendiri bukan artian pemerintah ingin menghilangkan para tengkulak.
Tetapi dengan program kartu ini, imbuh dia, pemerintah harus mampu mengolaborasikan para tengkulak sehingga kedepannya tidak ada lagi para petani yang merugi dikala musim panen tiba.
“Kartu Tani ini digagas berdasarkan keprihatinan dengan kondisi para petani di Kabupaten Bandung. Dengan kondisi yang sangat strategis di bidang pertanian, namun banyak petani yang sering merugi di kala musim panen. Penyebabnya adalah kebingungan memasarkan hasil pertaniannya yang dihargai murah oleh para tengkulak,” bebernya.













