Dijelaskan Erma, dengan menggunakan metode detection pig (deteksi daging babi) tersebut, hanya dengan waktu sekitar 5 menit menunggu, dapat diketahui hasil yang cepat dan akurat
“Kami melakukan usaha secara maksimal dengan memakai metode pendeteksi daging tercepat dan terakurat. Selanjutnya kami sudah menyusun strategi melakukan pemeriksaan pada pedagang eceran keliling di lingkungan masyarakat dan di pintu masuk cek poin Kota Bandung,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin gin Ginanjar, memastikan daging sapi yang dijual di pasaran Kota Bandung adalah dengan sistem daging sapi segar.
“Daging sapi yang datang ke Kota Bandung adalah sapi hidup yang dipotong di rumah potong yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung. Seperti, rumah potong Arjuna dan Cirangrang, jadi datang kesini hidup, kemudian dipotong di sini, fresh,” tegasnya.













