Beberapa bentuk kolaborasi berdampak yang patut diimplementasikan antara lain pengembangan kurikulum bersama yang mencakup isu pertahanan dan keamanan nasional. Kampus dapat berkolaborasi dengan berbagai lembaga negara, mulai dari Kementerian Pertahanan, TNI, BSSN, BRIN, pemerintah daerah, hingga industri pertahanan, untuk merancang mata kuliah atau sertifikat kompetensi di bidang bela negara, keamanan siber, geopolitik, literasi disinformasi, manajemen krisis dan ketahanan wilayah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencerdaskan anak bangsa dalam menjaga kedaulatan.
Selanjutnya, riset terapan untuk menghadapi ancaman nonmiliter menjadi ranah lain yang sangat relevan. Kampus dapat menjadi motor penggerak dalam mengembangkan sistem deteksi dini ancaman siber yang kian marak, pemetaan disinformasi yang menyesatkan, sistem komunikasi darurat yang andal, teknologi mitigasi bencana yang efektif, hingga pemetaan risiko wilayah strategis yang krusial bagi pertahanan.











