Tak ketinggalan, laboratorium bersama untuk teknologi pertahanan dapat menjadi katalisator inovasi. Perguruan tinggi teknik dan sains, bersinergi dengan industri pertahanan, dapat menciptakan terobosan dalam pengembangan drone, sensor, radar, sistem nirawak, material maju, teknologi maritim, hingga sistem logistik pertahanan yang canggih. Bayangkan, di laboratorium inilah cikal bakal teknologi pertahanan masa depan Indonesia lahir.
Program alih teknologi dan peningkatan kandungan lokal dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari luar negeri juga menjadi area krusial. Perguruan tinggi dapat hadir sebagai pendamping akademik, penyusun peta jalan teknologi, pelatih tenaga ahli, serta melakukan riset lanjutan dan evaluasi kandungan lokal, sesuai amanat UU No. 16 Tahun 2012. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian industri pertahanan.













