Ironisnya, kesadaran tersebut sering kali muncul setelah sebuah bangsa mengalami krisis. Jepang mempelajarinya dari trauma kelaparan pada masa Perang Dunia II. Indonesia mempelajarinya melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan ketika logistik menjadi persoalan hidup dan mati bagi para pejuang republik.
Hari ini, ketika dunia menghadapi perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok global, pelajaran itu kembali relevan. Pertanyaannya sederhana namun mendasar: apakah Indonesia telah benar-benar menempatkan pangan sebagai panglima?
*Pelajaran dari Perang Gerilya Soedirman*
Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II dan menduduki Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Republik Indonesia. Banyak pihak mengira republik telah berakhir. Pemerintahan lumpuh, komunikasi terputus, dan kekuatan militer Indonesia berada dalam tekanan berat.













