Berbeda dengan sistem Islam, pendidikan menjadi modal utama untuk membentuk generasi yang tangguh. Maka negara yang menerapkan sistem Islam akan memfasilitasi pendidikan tanpa dipungut biaya sedikitpun, baik dalam situasi normal maupun di tengah wabah. Kurikulum akan diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam pada diri siswa sehingga menjauhkan siswa dari keputus-asaan. Peran orang tua juga sangat penting dalam mengokohkan akidah dan keimanan anak-anak di rumah. Sedangkan lingkungan tempat anak-anak/siswa bersosialisasi tidak akan luput dari perhatian negara. Alasannya rumah/orang tua, masyarakat, dan negara menjadi pilar penting mewujudkan out put pendidikan berkualitas.
Kurikulum pendidikan dalam sistem Islam secara garis besar memiliki tiga komponen pokok yaitu: pembentukan kepribadian Islam, penguasaan tsaqafah Islam, penguasaan ilmu kehidupan (iptek, keahlian dan keterampilan). Hal tersebut untuk mencetak generasi unggul yang mahir dalam iptek juga kokoh kepribadian dan keimanannya.













