Sila Kedua, Menjadi Manusia di Balik Layar
Media sosial memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk berbicara. Sayangnya, kebebasan tidak selalu diiringi dengan tanggung jawab. Fenomena cyberbullying, ujaran kebencian, fitnah, dan penghinaan semakin sering terjadi. Banyak orang merasa aman menyakiti orang lain karena bersembunyi di balik akun dan layar. Padahal di balik setiap akun terdapat manusia. Ada hati yang bisa terluka. Ada martabat yang harus dihormati. Ada kehidupan yang layak dihargai.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan rasa kemanusiaan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi tidak boleh kehilangan adab. Kita boleh mengkritik, tetapi tidak boleh menghina. Peradaban yang maju bukan ditandai oleh kecanggihan teknologinya semata, melainkan oleh cara manusianya memperlakukan sesama manusia.













