Karena untuk melihat sebuah karya lukis itu tidak hanya dengan mata, melainkan melalui hati. Sehingga bisa diketahui arusnya dan makna dari lukisan tersebut secara sekilas.
“Untuk lebih spesifik masyarakat bisa bertanya makna dan arti lukisannya sebagai bentuk penegasannya. Kecuali masyarakat bisa memahaminya dengan baik,” tutut R. Cahyadi.
Melukis itu, dikemukakannga, merupakan sarana gejolak jiwa seniman yang diimplementasikan melalui karya nyata. Dengan melukis seniman bisa menumpahkan semua rasa yang berkecamuk. Sebab lukisan adalah perwakilan rasa terpendam.
“Dari lukisan masyarakat akan tahu apa yang menjadi keinginan dan harapan tak terungkap,” pungkas R. Cahyadi.***











