“Mudah-mudahan dengan karya lukisan saya itu, bisa mewakili semua rasa yang ada di jiwa raga,” katanya di Gedung Kebudayaan Bandung, saat diminta untuk mempresestasekan karyanya, Rabu 6 Juli 2022.
Pameran Tunggal karya Ricon itu dibuka oleh Prof. Dr. Ign Bambang Sugiharto Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan dan Dosen Seni Rupa UNPAD, ITB, juga ISI Jogya itu, yang sangat bangga dan mendukung setiap karya yang dihasilkan anak-anak bangsa.
Bahkan secara global ia menuturkan kalau lukisan itu bisa menggambarkan pemberontakkan, suka cita, rasa kasih, amarah, dan semua rasa yang berkecamuk melalui bentuk gambar. “Dan sangat mengapresiasi sekali dengan karya-karya yang dihasilkan serta bernilai seni tinggi,” ujar Ign Bambang.
Sementara Tamu Kehormatan di Pameran Tunggal, R. Cahyadi, yang merupakan pelukis akrilik yang tak dikenal didaerahnya tapi terkenal di luar negeri, mengungkapkan, seniman lukis itu mempunyai ciri masing-masing dalam mengekpresikan karyanya. Tidak bisa semua orang menebak arah dan tujuan secara benar.











