Emrus juga pertanyakan keaslian video Presiden Jokowi yang beredar di medsos, karena tidak yakin originalitas (keaslian) video yang beredar di medsos. Kemenkominfo agar menjelaskan ke publik video pidato Presiden Jokowi yang seolah-olah gunakan bahasa Mandarin.
“Saya meragukan keaslian video yang beredar di medsos itu, karena itu hanya rekayasa,” tambah Emrus.
Video Presiden fasih bahasa Mandarin merupakan hasil editing saat Gala Dinner di Amerika Serikat tahun 2015. Dan video Presiden Jokowi fasih berbahasa Mandarin adalah video palsu.
Di sisi lain, ucapan Mandarin yang disampaikan sangat fasih itu ternyata menghilangkan aksen Jawa Presiden Jokowi yang kental, yang selama ini sangat melekat setiap kali Presiden Jokowi berbicara atau berpidato.













