Bandung, BEDAnews
Persaudaraan Wartawan Istana (Pewaris) meluncurkan buku berjudul "34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto" untuk memberikan gambaran kehidupan awak media periode Orde Baru, sekaligus mengenang perjalanan sejarah kepemimpinan Presiden HM Soeharto.
"Banyak cerita dan pengalaman kami sebagai wartawan istana yang dulu tidak bisa diungkap ke publik,” kata Ketua Tim Koordinator Pewaris Koos Arumdanie, dalam peluncuran buku "34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto" di Landmark Braga, Jalan Braga Bandung, Minggu (5/5) malam.
Koos Arumdanie mengatakan, selain diceritakan perjalanan awak media periode Orde Baru, di dalam buku tersebut terdapat tulisan yang menyajikan sekilas tentang kebijakan pemerintahan mendiang mantan Presiden Soeharto.
Arumdani menambahkan, penyusunan tulisan buku tersebut dipersiapkan dalam waktu yang cukup lama, sekitar satu tahun. “Tidak mudah mewawancarai mantan wartawan istana ini, apalagi mereka sudah sepuh bahkan ada yang telah meninggal dunia,” imbuh Arumdani yang kini berusia 74 tahun ini.
Sementara itu, Ernesta Barcelona mantan wartawan harian Pelita yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan sesuai amanat Pak Harto, pada tahun 2009 telah dibangun 999 masjid dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas hingga ke Pulau Rote. “Amanah ini dilaksanakan oleh Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila yang didirikan Pak Harto tahun 1982,” kata Ernesto.
Peluncuran buku ini merupakan hasil kerja sama Pewaris dengan Universitas Mercu Buana (UMB) dihadiri oleh Sri Edi Suwarsono dan moderator Ahmad Husain. (Lanie)











