Hanya saja, saya tak punya banyak akses terhadap para pemegang saham Pos Kota Group. Disinilah saya kembali meminta tolong Pak Bekti lagi untuk “menghubungi dan mengkondisikan” para pemegang saham inti Pos Kota Group. Dari situlah saya akhirnya bertemu dengan dua tokoh Pos Kota Group, Harmoko dan Tahar, serta beberapa pemegang saham Pos Kota Group lainnya. Rupanya Pak Bekti lumayan dikenal dan dipercaya di lingkungan group perusahaan pers yang sangat terkenal itu.
Pihak Pos Kota Group meminta “kerjasama” itu termasuk penanganan percetakan milik mereka di Cikarang. Lagi-lagi saya setuju saja. Lalu lahirklah MoU antara saya dengan Pihak Pos Kota Group yang diwakili Pak Harmoko dan Pak Tahar. Kedua tokoh Pos Kota inilah yang membubuhkan tanda tangannya di atas kertas MoU. Pak Bekti lah yang berperan banyak membantu saya menyakinkan kepada Harmoko dan Tahar serta pemegang saham Pos Kota lainnya.













