KAB. BANDUNG || bedanews.com — Bertempat di Gedung PGRI, DPC Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) Kabupaten Bandung melaksanakan Seminar Pendidikan Bela Negara untuk Anggota Manggala Garuda Putih Kabupaten Bandung, Rabu 2 November 2022, dengan mengusung tema “Tingkatkan Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme untuk Menjaga Keutuhan NKRI”.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Sekretaris DPC MGP, Haeludin, mengatakan, giat ini bertujuan untuk meningkatkan sikap nasionalisme dan patriotisme semua anggota MGP. Dengan dibekali wawasan dan pengetahuan melalui Semimar Pendidikan Bela Negara. Bisa memperkuat dan memperkokoh eksistensi MGP.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Poldagri dan Pembinaan Ormas, Edi Suhaedi, S.Ip., M.AP., didampingi Kasubid Pembinaan Ormas Wa Een Rohendi, S.Sos., M.Si., Kapten Inf Iwan Santoso, perwakilan dari Kodim 0624 Kabupaten Bandung, dan salah seorang tokoh pendiri MGP, Pelda TNI Purn. H. Yusuf Hidayat.
Edi yang mewakili Bupati Bandung, HM. Dadang Supriatna, pada sambutannya menyampaikan, Ormas dibentuk atas kesepakatan, kebersamaan, kesepahaman, dan tidak menonjolkan keegoisan. Ormas merupakan satu kesatuan dan dikelola dalam satu komando. Inilah yang menjadikan ormas-ormas di Kabupaten Bandung cukup bagus.
“Organisasi MGP itu besar jangan sampai ada sesuatu hal yang bisa meruntuhkan kebesarannya. Untuk itu kami mohon kerjasamanya dengan selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung,” katanya di lokasi kegiatan.
Perbedaan paham itu merupakan sebuah dinamika dalam organisasi, lanjut Edi, jadi jangan karena hal itu bisa mengakibatkan timbulnya permasalahan. Sikapilah setiap masalah dengan bijak. Itu merupakan salah satu solusi yang sangat baik untuk dilakukan.
Sementara yang mewakili Kodim 0624, Kapten Iwan, meminta kepada semua peserta bela negara agar jangan sampai terlibat dengan narkoba. Alasan Iwan sebagai mitra diharapkan bisa terjalin komunikasi yang harmonis dan bisa bersama-sama membangun dan menjaga keutuhan NKRI.
Iwan juga meminta bantuan kepada MGP, bila ada hal-hal yang mencurigakan terkait indikasi aksi teroris dari seseorang atau kelompok agar segera melaporkannya, “Kami akan segera menindak tegas mereka,” tegas Iwan.
H. Yusuf Hidayat yang merupakan salah seorang Tokoh Pendiri MGP, menuturkan sejarah berdirinya MGP bersama Deden Somantri yang diakui berawal dari GIBAS. Tapi sebagai anggota TNI aktif, ia tidak bisa sepenuhnya turut mengelola MGP secara signifikan.
Ia memotivasi semua anggota seminar untuk bangkit dan berubah. Walau ia mengakui kalau yang masuk anggota MGP itu bermacam-macam niatnya. Namun ia berharap semua peserta seminar ini masuk menjadi anggota mempunyai niat mengabdi dan memberikan pelayanan. Hal itulah yang bisa membuat MGP semakin besar dan kuat.
“Sebelum masuk MGP, tetapkanlah niat kita akan menjadi apa, jangan sampai ada penyesalan nantinya. Tapi kalau masuk anggota MGP atas dasar siap memgabdi maka masyarakat tidak akan salah. Karena MGP merupakan wadah yang tepat,” pungkas Yusuf.***













